Bukan pengetahuannya tapi perasaannya

Suatu hari seorang dosen psikologi pendidikan berkata seperti ini “Bukan pengetahuan yang kamu berikan kepada murid-muridmu yang akan mereka ingat, tapi perasaan yang kamu timbulkan pada diri mereka yang akan mereka benar-benar ingat”.

Kemampuan seseorang dan pengetahuannya akan terus berkembang seiring dengan waktu. Bisa saja orang yang kemampuan bahasa inggrisnya saat ini pas-pasan suatu saat nanti akan menjadi seorang yang kemampuan bahasa inggrisnya luar biasa. Saya teringat memiliki seorang teman ketika masih SMA sangat membenci pelajaran bahasa Inggris, tapi akhirnya (mungkin karena terpaksa) dia melanjutkan kuliahnya ke jurusan Bahasa Inggris dan setelah lulus menjadi dosen di kampusnya tersebut.

Hal ini terutama karena ujian yang dilakukan seringkali bersifat sementara dan mengukur dalam rentang waktu tertentu saja. Bahkan Michael Jordan pun dulu pernah gagal masuk tim basket sekolahnya, tapi akhirnya beliau bisa masuk ke dalam tim dan berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu atlet basket terhebat sepanjang sejarah.

Jadi, peranan orang tua dan guru yang terbesar di dalam pendidikan bukanlah memberikan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Peranan terbesarnya adalah bagaimana memotivasi anak/siswa supaya bisa lebih berkembang lagi di masa depan.

Perihal syamsul hadi
Dapat dihubungi melalui email ke :syamsulhadi@live.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: