aku dan pedagang itu

Suatu hari ketika sedang libur, aku iseng-iseng ke warung di dekat masjid. Saat melintasi lapangan di dekat masjid ada seorang pedagang mainan yang lewat dan kemudian mangkal di pinggir lapangan tersebut.

Aku bertanya-tanya, apa pedagang ini membuat “business plan” untuk usahanya? Membuat “market analysis” untuk menentukan berapa banyak yang dia harus bawa, lokasi mangkal dll? Sepertinya sih nggak. Tapi hal yang mengejutkan adalah, ternyata beberapa saat setelah mangkal ada anak kecil yang merengek kepada ibunya minta dibelikan. Wah, perkiraanku salah, ternyata ada juga yang mau beli.

Di satu sisi aku melihatnya, sepertinya sah-sah saja orang mau berdagang dengan cara mereka masing-masing. Prinsipnya, selama masih ada yang mau beli, selama itu pula masih bisa berdagang. Tapi di sisi lain, hal ini juga mengkhawatirkan karena eksistensi mereka sebagai pedagang pun bisa hilang karena ketatnya persaingan. Hari ini bisa saja ada yang beli, tapi besok atau minggu depan belum tentu ada yang beli.

Perihal syamsul hadi
Dapat dihubungi melalui email ke :syamsulhadi@live.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: