Cara pandang orang tua bisa berpengaruh terhadap prestasi anaknya

Cara pandang kita terhadap orang lain, terutama orang yang sangat dekat di hati kita akan bisa berpengaruh juga dengan prestasi dan kehidupan sehari-harinya. Ketika seorang ibu berpikir anaknya bodoh, maka bisa jadi anaknya akan menjadi bodoh betulan. Artikel berikut ini menceritakan pengalaman Dr Covey dalam buku “The 7 Habit of Highly Effective People” tentang bagaimana beliau mengatasi masalah yang berhubungan dengan prestasi anaknya.

Beberapa tahun yang lalu, saya dan istri saya Sandra bergulat dengan kekhawatiran. Salah seorang putra kami mengalami masa yang amat sulit di sekolah. Prestasi akademisnya buruk sekali; ia bahkan tidak tahu bagaimana menjalankan perintah dalam ujian, apa lagi mengerjakannya dengan baik. Secara sosial, ia belum matang, sering membuat malu orang-orang yang berada di dekatnya. Dalam hal olahraga, ia kecil, kurus dan tidak terkoordinasi-misalnya, mengayun alat pemukul baseball bahkan sebelum bolanya dilempar. Teman-teman yang lain menertawakannya.

Saya dan Sandra ingin sekali membantunya. Jika kami merasa bahwa “keberhasilan” memang penting dalam hidup, maka hal inipun penting bagi peranan kami sebagai orang tua. Kami pun berusaha memperbaiki sikap dan perilaku kami terhadapnya dan kami berusaha memperbaiki sikap dan perilakunya juga. Kami berusaha memompa semangatnya dengan menggunakan teknik-teknik sikap mental positif. “Ayo, Nak! Kau pasti bisa melakukannya! Kami tahu kau bisa. Naikkan sedikit tanganmu pada alat pemukul itu dan matamu tetap memandang ke arah bola. Jangan memukul sebelum bolanya dekat.” Dan jika ia melakukannya dengan sedikit lebih baik, kami akan terus mendorongnya, “Bagus Nak, pertahankan terus.”

Ketika orang lain menertawakannya, kami memarahi mereka. “Jangan ganggu dia. Ia baru belajar.” Dan putra kami akan menangis bahwa ia tidak akan pernah bisa dan bahwa ia sebenarnya memang tidak suka baseball.

Semua yang kami lakukan tampaknya tidak membantu, dan kami benar-benar khawatir. Kami dapat melihat efek yang ditimbulkan hal ini pada harga dirinya. Kami berusaha mendorong dan bersikap membantu dan positif, tetapi sesudah kegagalan yang berulang, kami akhirnya menarik diri dan berusaha melihat situasinya dari tingkatan yang berbeda.

Pada saat itu dalam peran profesional saya, saya terlibat dalam program pengembangan kepemimpinan dengan bermacam klien di seluruh negeri. Dalam kapasitas tersebut saya menyiapkan presentasi tersebut, saya menjadi sanat tertarik pada bagaimana persepsi terbentuk, bagaimana persepsi mempengaruhi cara kita memandang dan bagaimana cara kita memandang mempengaruhi bagaimana kita berperilaku. Hal ini mengantar saya pada studi tentang teori harapan dan ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya atau “efek Pygmalion,” dan pada kesadaran tentang seberapa mendalamnya persepsi kita. Hal ini mengajarkan saya bahwa kita harus melihat lensa yang kita gunakan untuk melihat duna, sekaligus pada dunia yang kita linat, dan bahwa lensa itu sendiri membentuk cara kita menafsirkan dunia.

Sementara saya dan Sandra berbicara tentang konsep yang sedang saya ajarkan di IBM dan tentang situasi kami sendiri, kami mulai menyadari bahwa apa yang kami kerjakan untuk membantu putra kami tidak selaras dengan cara kami memandangnya. Ketika kami secara jujur memeriksa perasaan kami yang paling dalam, kami sadar bahwa pada persepsi kami adalah ia tidak cakap dan agak “terbelakang.” Terlepas dari seberapa besar usaha kami memperbaiki sikap dan perilaku kami, usaha tersebut tidak akan efektif kerena, walaupun kami sudah memberikan dorongan dengan kata-kata dan tindakan, apa yang kami komunikasikan kepadanya adalah, “kau memang tidak mampu. Kau harus dilindungi.”

Kami mulai sadar bahwa jika kami ingin mengubah situasinya, kami harus mengubah diri kami terlebih dahulu. Dan untuk mengubah diri kami secara efektif, kami lebih dahulu harus mengubah persepsi kami.

Sewaktu saya dan Sandra membicarakan hal ini, kami menjadi sadar akan pengaruh kuat dari karakter dan motif kami sendiri serta persepsi kami akan dirinya.

Perihal syamsul hadi
Dapat dihubungi melalui email ke :syamsulhadi@live.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: