>Evaluasi Sumber Penghasilan

>

Seorang teman bercerita kepada saya. Dia memiliki teman yang bekerja sebagai audit internal di sebuah bank BUMN, menggelapkan (korupsi) uang sebesar Rp. 1,4 milyar.

Peristiwa yang terjadi pada 1990-an itu berawal ketika di tempatnya bekerja ada pergantian sistem teknologi. Dalam pergantian sistem teknologi biasanya selalu ada selisih antara catatan keuangan sebelum dan sesudah pergantian sistem. Sebagai seorang audit internal seharusnya dia mencari sebab-sebab terjadinya selisih itu, tetapi dia justru mentransfer selisih uang ke rekening saudaranya. Perbuatan ini dilakukan bersama rekannya sesama audit. Untuk mengelabui perusahaan, mereka meminta kepada salah seorang nasabah yang memiliki rekening besar untuk menandatangani pencairan dana dengan alasan perbaikan dana pada nasabah tersebut.

Kejahatan mereka sukses karena tidak diketahui perusahaan. Pelaku kejahatan, sebut saja Rulan dan Rulin. Atas persekonkolan tersebut disepakati pembagian Rp 350 juta untuk Rulan dan Rp. 1.050 juta untuk Rulin. Rulan yang sudah memiliki bisnis berupa toko kelontong dan beberapa angkutan umum, memutuskan pensiun dini dan mengurus bisnis secara full time. Ternyata harapan si Rulan di luar dugaan. Bisnis yang sudah berjalan lancar yang selama ini dikelola istrinya justru bangkrut setelah ditambah uang hasil korupsi tersebut. Bahkan untuk mencukupi hidupnya saja dia sangat kesulitan.

Sumber:

Keberkahan Finansial,
ditulis oleh Safak Muhammad, diterbitkan oleh SolusiQolbu.

Perihal syamsul hadi
Dapat dihubungi melalui email ke :syamsulhadi@live.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: