Reward and punishment at school?

Sekitar bulan November 2008 saya mengikuti seminarnya Pak Arif Rahman. Di situ ada pertanyaan kepada beliau mengenai bagaimanakah tata cara pemberian hukuman kepada siswa jika seandainya terjadi pelanggaran. Tulisan ini dikembangkan berdasarkan empat poin dari jawaban beliau. Mudah-mudahan penjelasannya sesuai dengan jalan pemikiran beliau.

Pada prinsipnya hukuman yang diberikan langsung harus melalui empat tahap terlebih dahulu. Tidak boleh sewenang-wenang. Bagaimanapun juga hukuman harus bertujuan untuk melindungi siswa lainnya (misalnya pada pelanggaran pemukulan sesama siswa), atau untuk membentuk karakter siswa.

1. Memberikan informasi hal-hal apa saja yang benar dan hal apa saja yang salah.

Tata tertib sebaiknya tertulis di tempat yang mudah terlihat dan diingatkan lagi kepada siswa. Seringkali murid-murid kita tidak memiliki etika yang sama dengan kita ataupun dengan teman-temannya yang baik. Merupakan tugas sekolah mengingatkan terus mengenai etika yang baik, karena di rumahnya mungkin orang tuanya tidak memiliki waktu untuk mengajarkan etika yang baik.

2. Ingatlah bahwa tugas guru adalah mendidik bukan menghukum.

Kebencian kita terhadap seseorang seringkali membuat kita tidak berbuat adil. Ingatlah bahwa menumbuhkan kesadaran adalah lebih baik daripada menghukum.

3. Berikan alternatif, jangan sekedar melarang.

Contoh: Ketika ada aturan tidak boleh lompat pagar sebaiknya ditulis dengan kata-kata “harus lewat pintu gerbang”.

Guru wajib menegur ketika anak berbuat salah, beritahu letak kesalahannya, berikan cara memperbaiki kesalahannya,  dan beritahu cara mencegahnya agar kesalahan itu tidak terjadi lagi. Hal ini adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar.

4. Berikan hukuman.

Jika sudah diberitahu, diingatkan, ditegur, didiskusikan dengan siswa yang bermasalah tapi tidak terjadi perubahan juga maka hukuman itu dilaksanakan dengan prinsip

Jangan sampai sewenang-wenang dan berbentuk penganiayaan guru terhadap siswa, tapi harus membentuk karakter yang baik.

Harus membuat siswa sadar sampai dia bertekad untuk tidak mau melakukan pelanggaran lagi.

Sekian dulu, mudah-mudahan bermanfaat untuk memajukan pendidikan kita.

Perihal syamsul hadi
Dapat dihubungi melalui email ke :syamsulhadi@live.com.

4 Responses to Reward and punishment at school?

  1. yukez mengatakan:

    waktu hari selasa minggu lalu sy menghukum anak-anak waktu pelajaran PLH….kenapa sy melakukan hukuman yang cukup keras terhadap mereka(Menampar).
    1. mereka sering melalaikan tugas.
    2. sy sudah berusaha 1 mingu sebelum pelajaran dan sehari sebelum pelajaran, sy mengingatkan kembali tugas kpda mereka.agar nmereka tidak lupa
    3. pada hari “h” mereka tidak membaewa tugas ynag di perintahkan, pot bibit tanaman dan label.
    tekesan menganggap remeh.
    tapi hukuman yan saya berikan sudah saya konsultasikan pada guru BK dan wali kelasnya tau. n sy suruh wali kelas nya sendiri untuk memeriksa kelengkapan anak2nya yang membawa tugas..ternyata wali kelas pun menyerah…dann……ini belum membuat mereka jera…terbukti sampai sekarang masih banayak yang belum membereskan tugasnya.
    pertanyaan saya…..
    ” membentuk karakter yang baik apakah cukup dengan ucapan???? trus Harus membuat siswa sadar sampai dia bertekad untuk tidak mau melakukan pelanggaran lagi.dengan cara apa… terimakasih…sebelumnya pak….

  2. syamsul hadi mengatakan:

    Membentuk pohon yang sudah besar memang lebih sulit daripada pohon yang baru bertunas. Membentuk manusia yang berkarakter juga membutuhkan pengorbanan dari kita juga. Mudah-mudahan jadi amal ibadah.

  3. yukez mengatakan:

    yang real nya…pak…..gmana???
    pengiorbanan seperti apa…
    kadang saya juga kesel sama masyarakat…yang menyoroti guru yang melakukan kekerasan..” oh iya isytilah kekerasan juga santer di dengungkan bersamaan dengan isu HAM” dulu gak ada…
    jadi masyarakat cuma bisa protes..tanpa bisa ngasih solusi……hukuman seperti apa….???????? yang mampu membuat n merubah karakter anak didik……?????? sy jadi bngng…..

  4. syamsul hadi mengatakan:

    Mm… let me thing about that

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: