Mendidik atau sekedar menilai?

Suatu hari seorang murid berkata kepada saya kalau dulu nilai ulangan matematika dia hanya sekitar 30 atau 40. Padahal menurutku dia termasuk anak yang cukup pintar. Dia juga berkata, saya ga ngerti apa-apa. Setelah bertanya-tanya ke orang lain, ternyata guru dia yang sebelumnya memang pelit nilai.

Dalam suatu seminar pendidikan matematika, trainernya bercerita bahwa seorang muridnya di SMA berkata “Pak, seumur-umur saya baru sekarang mendapat nilai 80 di pelajaran matematika”.

ed3

Di seminar pendidikan matematika lainnya, aku diberitahu bahwa ada tiga tahapan seseorang menguasai matematika dengan baik.
1. Senang
2. Berhitung
3. Berpikir

Jadi, harus dimulai dari senang dan puncaknya adalah peningkatan kemampuan berpikir. Stigma yang terlanjur muncul di masyarakat kita adalah matematika sebagai suatu pelajaran yang sulit, meskipun tentu saja kita juga tidak bisa mengatakan matematika adalah pelajaran yang mudah.

Sekarang yang menjadi masalahnya adalah bagaimana membantu siswa supaya mau menjalani kesusahan matematika untuk peningkatan kemampuan berpikir mereka, karena akhir yang diharapkan adalah peningkatan kemampuan berpikir, bukan sekedar nilai cukup untuk lulus Ujian Nasional.

Perihal syamsul hadi
Dapat dihubungi melalui email ke :syamsulhadi@live.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: