Ninja

Ninja berbeda dengan Samurai. Sementara banyak orang beranggapan atau menyebut pedang khas Jepang dengan sebutan Samurai, hal itu tidak benar. Pedang dalam bahasa Jepang disebut Katana, sedangkan perwira atau prajurit berpedang disebut Samurai.

ninja

ninja

Selama hampir seluruh tahun-tahun abad ke-16, negeri Jepang sangat terpecah oleh perang saudara yang terjadi di kalangan pemimpin militer dan mereka mempermahir teknik mempergunakan pedang. Inilah asal mula Kendo (teknik mempergunakan pedang Jepang). Seorang Samurai membawa dua bilah pedang, yang satu lebih panjang dari lainnya, pedang adalah perwujudan dari nilai-nilai jiwanya yang dilambangkan dalam ajaran Budha atau prinsip-pirinsip Zen.

Prinsip Zen mengajarkan: Cintailah ibu pertiwi dan kebenaran; Hargailah keberanian dan kesopanan; Hormatilah tanggung jawab dan kepercayaan; Patuhilah janji dan tunjukkanlah kebaikan hati; Bantulah yang lemah.
Prinsip-prinsip Zen tersebut dianggap menjadi isi pokok dari ajaran Bushido (semangat kepahlawanan) atau “cara sesungguhnya dari Samurai”. Sehingga seorang Samurai senantiasa menyebutkan nama dan asal usul sebelum bertanding. Hal-hal yang bersifat curang, menyerang ketika lawan sedang lemah, lengah ataupun menyerang dari belakang adalah hal yang dianggap tidak bersifat ksatria dan tidak terpuji.

Sedangkan Ninja adalah “pasukan rahasia”, yang dengan segala upaya menyembunyikan identitas dirinya, baik dengan kerudung wajahnya ataupun tidak bercakap-cakap dengan musuhnya, agar tidak dikenali suara dan wajahnya. Seorang Ninja mestik tidak sedang dalam dinas, tabu menunjukkan kehebatannya, apalagi menyebutkan dirinya Ninja.

Dalam menjalankan misinya senantiasa dilakukan dengan cepat kilat, baik itu gagal atau berhasil, maka segera ditinggalkannya lokasi misi, kerahasiaan jatidiri adalah sama pentingnya dengan misi tersebut.

Ninja menguasai berbagai cara beladiri, baik yang berupa tendang-pukul, bantingan dan kuncian dan mempergunakan alat-alat lainnya, yang mana seni beladiri tersebut dikenal sebagai Ninjutsu dan pelakunya disebut Ninja. Jadi, Ninja adalah sebutan untuk orangnya, bukan nama ilmu beladiri.
Ninja juga menguasai teknik bermain pedang, Kenjutsu. Dalam Kenjutsu tidak ada tangkisan, blok atau counter. Selalu satu gerakan untuk satu potongan. Salah satu moto Kenjutsu adalah “One cut, one live”

Perihal syamsul hadi
Dapat dihubungi melalui email ke :syamsulhadi@live.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: